Siabu,Diskominfo-Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution melakukan penanaman padi dengan memakai teknologi modern untuk mendukung pencapaian target panen 11 ton per hektare di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, pada Kamis, 5 November 2026.
Penanaman perdana menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) didukung alat penabur benih. Dengan cara ini, petani tidak perlau menyemai bibit dan pindah tanam. Teknologi pendukung yang digunakan adalah Rice Harvester dipadukan dengan mesin penanam untuk mempercepat proses penanaman.
“Selain lebih efisien, waktu pengerjaannya juga lebih cepat. Penanaman hanya membutuhkan tenaga kerja sebanyak dua orang, tanaman langsung tumbuh dan tidak perlu dipindah-pindah lagi,” kata Saipullah.
Bupati menerangkan, metode PM-AAS memiliki banyak keunggulan dibandingkan model konvensional. Pertama, kebutuhan bibit. Sistem konvensional membutuhkan antara 20 sampai 25 kg per hektare. Sedangkan sistem modern ini bisa menampung sekitar 70 kg per hektare karena penanaman dilakukan secara langsung.
Kedua, biaya produksi lebih efisien dan lebih murah dibandingkan cara konvensional yang butuh lebih banyak tenaga kerja dan waktu yang lebih lama.
“Dengan penerapan sistem modern ini, diharapkan produktivitas dapat mencapai target 11 ton per hektare, meningkat dari cara konvensional yang biasanya hanya memperoleh lima sampai tujuh ton per hektare,” harap Saipullah.
Bupati menambahkan, bantuan untuk optimalisasi program ini datang dari pemerintah pusat. “Alat-alat pertanian modern dibantu melalui program Asta Cita kedua Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan oleh Menteri Pertanian,” tambah dia.
Saipullah mengungkapkan tujuan penggunaan teknologi ini adalah mewujudkan transisi dari cara konvensional ke modern agar proses pertanian menjadi lebih cepat, biaya lebih murah, dan produktivitas tinggi.